nuffnang adv

lazada adv

Showing posts with label Kaabah. Show all posts
Showing posts with label Kaabah. Show all posts

Friday, July 27, 2012

Kisah Kaabah, Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS


Maqam Ibrahim



Dari Ibnu Abbas r.a, katanya: Mula-mula perempuan yang mengambil (memakai) ikat pinggang, ialah ibu Nabi Ismail, diambilnya ikat pinggang supaya hilang jejaknya oleh Sarah. Kemudian Nabi Ibrahim a.s membawa Ibu Ismail dan anaknya yang masih menyusu, lalu di tempatkannya dekat perumahan Bait (Kaabah), di bawah pohon Dauhah di tepi bakal sumur Zamzam, di perumahan masjid. Waktu itu tidak ada seorang pun yang tinggal di Mekah dan di situ air pun tidak ada. Nabi Ibrahim lalu menempatkan keduanya di sana dan diletakkannya di sisi keduanya sebuah tempat makanan yang berisi kurma dan sebuah tempat minum yang berisi air.
Kemudian Nabi Ibrahim berangkat. Ibu Ismail lalu mengikutinya sambil berkata: “Hai Ibrahim! Tuan hendak kemana? Sampai hatikah tuan meninggalkan kami di lembah yang tidak ada manusia dan tidak pula ada sesuatunya di sini”. Diucapkannya perkataan itu berulang-ulang. Nabi Ibrahim tiada menoleh. Kata ibu Ismail kepadanya: “Tuhankah yang menyuruh tuan berbuat begini?” Jawab Ibrahim: “Ya!” Katanya: “Jika begitu, Tuhan tiada akan mensia-siakan kami’. Kemudian ibu Ismail kembali dan Ibrahim pun terus berjalan.
Ketika ia berada di Saniah, di tempat yang kira-kira tidak kelihatan oleh ibu Ismail, Ibrahim menghadap ke arah Bait, kemudian ia berdoa dengan beberapa kalimat, sambil mengangkat kedua tangannya. Doanya: “Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya aku menempatkan sebahagian dari keturunanku di lembah yang tiada mempunyai tanam-tanaman, di dekat Rumah Suci Engkau. Wahai Tuhan kami! Supaya mereka tetap mengerjakan solat. Sebab itu, jadikanlah hati manusia tertarik kepada mereka, dan berilah buah-buahan, menjadi rezeki mereka, mudah-mudahan mereka berterima kasih!”
Kemudian ibu Ismail menyusukan anaknya dan meminum air yang disediakan itu. Ketika air yang dalam tempat air itu habis, ia dan anaknya merasa haus. Ketika ia memandang anaknya membalik-balik, ia pun pergi kerana tak sampai hati melihat anaknya. Maka dilihatnya bukit Safa paling dekat kepadanya. Lalu ia berdiri ke sana dan menghadap ke lembah, kalau-kalau ada orang. Tetapi ia tidak melihat seorang juapun. Ia turun dari Safa. Ketika ia di lembah, diangkatnya tepi bajunya, kemudian ia berjalan cepat-cepat seperti perjalanan orang kecemasan, sampai ia melalui lembah. Kemudian ia tiba di Marwah, lalu ia berdiri di situ dan melihat kalau-kalau ada orang. Tetapi ia tiada melihat seorang jua pun. Dilakukannya yang demikian sampai tujuh kali. Ibnu Abbas berkata: Nabi s.a.w bersabda: “Kerana itulah , orang haji mengerjakan Saie di antara Safa dan Marwah”.
Ketika Ibu Ismail berada di Marwah, ia mendengar suara, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri: “Dengarlah!” Kemudian ia berhati-hati mendengarkannya, maka didengarnya pula suara itu. Ia berkata: “Sesungguhnya engkau telah memperdengarkan suara, adalah kiranya pertolongan dari sisi engkau”. Tiba-tiba di situ ada malaikat dekat tempat Zamzam lalu ia menggali dengan tumitnya atau dengan sayapnya sehingga keluarlah air. Ibu Ismail lalu membendungnya dengan tangannya begini: Ia menyauk air itu untuk mengisi tempat airnya, dan air itu pun terus menyembur sesudah disauk.

Ibnu Abbas berkata: Nabi s.a.w bersabda: “Mudah-mudahan Tuhan mengasihi ibu Ismail! Jika dibiarkannya Zamzam, atau tidak disauknya air itu, sesungguhnya akan menjadi mata air yang mengalir.” Sabda beliau: “Ibu Ismail lalu minum dan menyusukan anaknya. Malaikat berkata kepadanya: “Janganlah engkau takut akan binasa! Sesungguhnya di sini Baitullah yang bakal dibangun oleh anak ini dan ayahnya, dan sesungguhnya Tuhan tiada akan menyia-nyiakan penduduk tempat ini.” Dan tinggi Baitullah itu dari tanah sebagai longgokan tanah, yang dilanda oleh banjir di sebelah kanan dan kirinya.
Demikianlah keadaan perempuan itu, sehingga lalulah serombongan dari suku Jurhum yang datang dari jalan Kada’, lalu mereka itu berhenti di hilir Mekah. Mereka melihat burung berputar-putar di udara, lalu mereka berkata: “Burung ini berputar di atas air”. Sebenarnya kita di lembah ini menemui tempat yang di situ ada air. Mereka lalu mengirim seorang atau dua orang utusan. Tiba-tiba utusan itu menemui air, segera mereka kembali dan terus dikhabarkannya pada mereka (kawannya) bahawa di situ ada air. Lalu mereka berkata: “Adakah engkau mengizinkan kami tinggal di tempatmu?” Jawab perempuan itu: “Ya, tetapi kamu tiada berhak atas air itu!” Kata mereka: “Ya, baiklah!” Ibu Ismail menerimanya dengan baik, kerana dia ingin ada orang lain bersama dia. Mereka lalu tinggal di situ bersama-sama dengan keluarga mereka, sehingga terjadilah beberapa rumah tangga mereka, sedang Ismail telah agak besar (hampir dewasa). Ia mempelajari bahasa Arab dari mereka. Ia amat dikasihi mereka.
Ismail amat menarik dan mengagumkan mereka, ketika itu umurnya hampir dewasa. Mereka mengahwinkan Ismail dengan seorang perempuan di antara mereka, dan ibu Ismail pun meninggal. Sesudah Ismail kahwin, datanglah Nabi Ibrahim melihat anak isteri yang ditinggalkannya, tetapi beliau tiada menemui Ismail. Ibrahim lalu bertanya pada isteri Ismail dari hal keadaannya. Kata isteri Ismail: “Ia pergi mencari keperluan kami”. Kemudian Ibrahim menanyakan dari hal penghidupan dan keadaan mereka. Kata perempuan itu: “Kami dalam keadaan sengsara, kami dalam kesempitan dan kesusahan”. Ia mengadukan halnya kepada Ibrahim. Ibrahim berkata: “Apabila datang suami engkau, sampaikanlah salam kepadanya dan katakanlah baginya supaya diubahnya bingkai pintunya”. Setelah Ismail datang, seolah-olah ia merasakan sesuatu, lalu ia bertanya: “Adakah orang yang datang kepadamu?” Jawabnya: “Ya, ada orang tua datang kepada kami, lalu saya bercerita kepadanya. Ditanyakannya bagaimana penghidupan kita lantas saya ceritakan bahawa sesungguhnya kita dalam kepayahan dan kesusahan”. Kata Ismail: “Adakah ia memesankan sesuatu kepada engkau?” Jawabnya: “Ya, disuruhnya saya menyampaikan salam kepada engkau dan dikatakannya: “Ubahlah bingkai pintumu!” Kata Ismail: “Itulah ayahku! Sebenarnya ia menyuruh saya supaya menceraikan engkau. Kembalilah engkau kepada keluarga engkau!” Ismail pun mentalaknya.
Kemudian ia kahwin dengan perempuan lain. Setelah beberapa lama Ibrahim datang kembali, tetapi tidak juga menemui Ismail. Ia lalu masuk ke rumah isteri Ismail, dan ditanyakannya dari hal Ismail. Kata perempuan itu: “Ia pergi mencari keperluan kami!” Kata Ibrahim: “Bagaimana keadaanmu?” Ditanyakannya hal penghidupan dan keadaan mereka. Jawabnya: “Kami dalam keadaan baik dan lapang”. Dan perempuan itu pun memuji Tuhan. Tanya Ibrahim: “Apakah makananmu?” Jawabnya: “Daging”. Tanya beliau: “Apakah minumanmu?” Jawabnya: “Air”. Doa Ibrahim:”Wahai Tuhan, berilah kiranya keberkatan untuk mereka mengenai daging dan air!” Nabi s.a.w bersabda: “Ketika itu belum ada di situ tanaman yang berbiji. Sekiranya mereka mempunyai, nescaya Nabi Ibrahim mendoakan keberkatannya. Maka yang dua itu (daging dan air) di negeri lain dari Mekah biar pun ada, tetapi tidak sesuai untuk jadi makanan pokok. Kata Nabi Ibrahim: “Apabila datang suami engkau, sampaikanlah salam kepadanya, dan suruhlah ia supaya menetapkan bingkai pintunya!” Ketika Ismail datang, ia bertanya: “Adakah seorang yang datang kepadamu?” Jawab isterinya: “Ada! Datang kepada kami seorang tua yang baik keadaannya”. Dan perempuan itu pun memujinya. “Ia menanyakan tuan pada saya dan menanyakan bagaimana kehidupan kita, lalu saya ceritakan, bahawa sesungguhnya kita dalam keadaan baik”. Kata Ismail: “Adakah ia memesankan sesuatu kepada engkau’?” Jawabnya: “Ada! Disuruhnya sampaikan salam kepada tuan dan disuruhnya supaya menetapkan bingkai pintu tuan”. Kata Ismail: “Itulah ayahku dan engkaulah yang dikatakan bingkai pintu. Beliau menyuruh saya supaya tetap beristerikan engkau”.
Beberapa masa kemudian sesudah itu Ibrahim datang kembali dan didapatinya Ismail sedang meruncing anak panahnya di bawah pohon Dauhah, tidak jauh dari Zamzam. Setelah ia melihat ayahnya, ia berdiri menemuinya. Keduanya lalu berpelukan sebagaimana diperbuat seorang ayah dengan anaknya dan anak dengan ayahnya. Kemudian Nabi Ibrahim berkata: “Hai Ismail! Sesungguhnya Tuhan memerintahkan satu perintah kepada saya” Jawab Ismail: “Laksanakanlah apa yang diperintahkan Tuhan itu!” Kata Ibrahim: “Mahukah engkau menolong saya?” Jawab Ismail: “Saya bersedia menolong ayah”. Kata Ibrahim: “Sesungguhnya Tuhan memerintahkan kepada saya supaya saya mendirikan Baitullah di sini”, Ia menunjuk kepada tumpukan tanah yang tinggi di sekelilingnya. Sesudah itu keduanya meninggikan (memasang) asas Bait (Kaabah). Nabi Ismail membawa batu dan Nabi Ibrahim memasangnya. Setelah pasangan itu tinggi Ismail membawa batu (untuk berpijak Ibrahim). Ibrahim lalu berdiri di atasnya untuk memasang dan Ismail menunjukkan batu. Kata Nabi: Keduanya meneruskan pembangunan sampai selesai, lalu berputar sekeliling Kaabah, mengucapkan: “Wahai Tuhan kami! Terimalah kerja kami. Sesunguhnya Engkau mendengar lagi mengetahui!”
Sahih Bukhari Jilid 3. Hadith Nombor 1475.
Sumber: syahirul.com dan http://www.blogammar.com/kisah-kaabah-nabi-ibrahim-dan-nabi-ismail/

Saturday, December 3, 2011

Gambar Nostalgia Kaabah Masjidil Haram

Kali ini blogger nak berkongsi artikel menarik tentang gambar-gambar nostalgia Kaabah dan Masjidil Haram berbanding dengan keadaan sekarang yang kini jauh telah berubah. Artikel dipetik dari blog Ohduniaku


(Gambar) Kaabah, Mekah Yang Lama & Dulu-dulu. Nostalgianya…

  • 0diggsdi
  • Share
Gambar Lama Kaabah, Mekah - Sekitar Tahun 50an
kaabah mekah (Gambar) Kaabah, Mekah Yang Lama & Dulu dulu. 
Nostalgianya...
Melihatkan koleksi  gambar Kaabah Mekah lama seperti di atas ini, terasa syahdu pula. Tiba-tiba hati kami meronta-ronta hati untuk pergi ke sana. Masih menunggu peluang dan ketikanya bagi memenuhi jemputan Allah ini…..Kami rasa teerpanggil untuk berkongsi gambar-gambar lama Kaabah, Mekah seterusnya bersama dengan anda semua….
Kota Suci Umat Islam iaitu Kaabah yang terletak di Mekah. Kalau dilihat dan dibandingkan Kaabah Mekah di zaman lampau iaitu lebih kurang seawal tahun 1902 sehinggalah sekarang ini, memang terdapat banyak sangat perbezaanya. Kaabah, Mekah yang berdiri sekarang ini atau versi dewasa sudah semakin moden dengan tanggungjawab sepenuhnya diambil oleh pihak Kerajaan Arab Saudi bagi menjaga kesucian Rumah Allah ini.
kaabah mekah2 (Gambar) Kaabah, Mekah Yang Lama & Dulu dulu. 
Nostalgianya...
Kalau semasa musim haji dikatakan mereka akan mengangkat kain yang menutup Kaabah Mekah bagi mengelakkan ada kalangan jemaah yang gunting kain, kononnya nak ambil berkat.
kaabah mekah15 (Gambar) Kaabah, Mekah Yang Lama & Dulu dulu. 
Nostalgianya...
Memang nampak bezanya antara Kaabah Mekah dulu-dulu dengan yang ada sekarang ini
Gambar Banjir Sekitar Kaabah, Mekah - Tahun 1941
Kira-kira 70 tahun yang lalu….
kaabah mekah3 (Gambar) Kaabah, Mekah Yang Lama & Dulu dulu. 
Nostalgianya...
kaabah mekah4 (Gambar) Kaabah, Mekah Yang Lama & Dulu dulu. 
Nostalgianya...
kaabah mekah5 (Gambar) Kaabah, Mekah Yang Lama & Dulu dulu. 
Nostalgianya...
Gambar Kaabah Mekah - Tahun 1880
kaabah mekah6 (Gambar) Kaabah, Mekah Yang Lama & Dulu dulu. 
Nostalgianya...
Lagi Gambar Lama Kaabah, Mekah

Gambar Lama kaabah, Mekah sekitar tahun 1937

kaabah mekah10 (Gambar) Kaabah, Mekah Yang Lama & Dulu dulu. 
Nostalgianya...
kaabah mekah12 (Gambar) Kaabah, Mekah Yang Lama & Dulu dulu. 
Nostalgianya...
kaabah mekah14 (Gambar) Kaabah, Mekah Yang Lama & Dulu dulu. 
Nostalgianya...
kaabah mekah19 (Gambar) Kaabah, Mekah Yang Lama & Dulu dulu. 
Nostalgianya...
kaabah mekah20 (Gambar) Kaabah, Mekah Yang Lama & Dulu dulu. 
Nostalgianya...
Gambar Telaga Air Zam-zam
Memang betul-betul “telaga” kalau ikut sejarahnya

kaabah mekah23 (Gambar) Kaabah, Mekah Yang Lama & Dulu dulu. 
Nostalgianya...
kaabah mekah24 (Gambar) Kaabah, Mekah Yang Lama & Dulu dulu. 
Nostalgianya...
Sekarang ini dah canggih. Siap ada basement dan sistem paip lagi. Semasa ahli keluarga terdekat kami pergi ke tanah suci Mekah, turut disediakan juga air zam-zam dalam tong macam water dispenser dis etiap antara 2 tiang memang akan ada dan disediakan. Kalau yang terkini, mesti lagi canggih betul tak?
Gambar Safa & Marwah dulu-dulu
kaabah mekah25 (Gambar) Kaabah, Mekah Yang Lama & Dulu dulu. 
Nostalgianya...
Sekarang ini dah berlantai marble, berbumbung dan berhawa dingin. Sekarang ini, siap ada lorong khas untuk golongan yang berkerusi roda lagi. Semua ini untuk keselesaan jemaah juga nanti. Betul tak?
kaabah mekah26 (Gambar) Kaabah, Mekah Yang Lama & Dulu dulu. 
Nostalgianya...
Melihatkan gambar sekitar Kaabah Mekah lama dan dulu-dulu, tak dapat nak dibayangkan umat Islam terdahulu mengerjakan haji. Mesti banyak cabaran dan dugaannya bukan? Sekarang ini banyak kemudahan dan prasarana tambahan telah disediakan. Memang ketara sangat Kaabah Mekah dahulu dengan yang ada sekarang
Contohnya salah satunya, dahulu jemaah pergi ke kota cusi Mekah naik kapal. 2 bulan lamanya daripada Singapura tak silap kami

Kredit : Ohduniaku (Gambar) Kaabah, Mekah Lama | Ohduniaku http://ohduniaku.com/kaabah-mekah-lama#ixzz1fSoaV0pd

Sunday, October 30, 2011

Pengalaman di Tanah Suci Makkah

Pemandangan Masjidil Haram dari Bukit Jiyat yang sungguh indah

Pengalaman beribadat di hadapan Kaabah suatu yang sukar dilupakan dan akan dirindui selalu
Setiap kali melihat rancangan Khabar Haji di Astro dan laporan dari Tanah Suci jelas terbayang pengalaman semasa mengerjakan umrah di sana baru-baru ini.
Tarikan Kaabah bagaikan magnet untuk kita beribadat dan sentiasa bersamanya, sedih apabila meninggalkannya

Setiap laporan yang dipaparkan jelas mengembalikan pengalaman dan kenangan di sana. Sekurang-kurang ia menjadi bekalan dalam persediaan mengerjakan haji di suatu hari nanti.

Begitu banyak sekali pengajaran dan iktibar hasil kunjungan di sana. Antaranya dalam menghayati pengertian hadis, fadhilat dan ganjaran sebagaimana hadis-hadis yang telah diriwayatkan. Bila di sana kita merasa bahawa setiap hadis yang disabda oleh baginda Rasulullah saw begitu jelas dan begitu dicari serta difahami dengan sejelasnya. Sebagaimana contoh maksud hadis nabi berkenaan Raudhah, fadhilat solat sunat, fadhilat melihat kaabah dan sebagainya.

Sunday, August 14, 2011

Kelebihan Makkah Al Mukaramah...



Setiapkali memandang Kaabah, hati merasa syahdu dan begitu tenang sekali
Di antara kelebihan Makkah AL Mukaramah yang Allah kurniakan kepada umat manusia adalah:

Masjidil Haram di waktu senja memang indah
Beginilah ramainya umat Islam bertawaf dan gambar ini dirakam blogger  pada Jun 2011
  • memiliki Masjidil Haram dan Kaabah yang menjadi kiblat seluruh umat Islam
  • Tempat kelahiran dan kediaman Rasulullah saw, nabi akhir zaman dan di utus untuk semua umat
  • sebaik-baik tanah dimuka bumi di mana Allah swt akan menyegerakan pembalasan kemungkaran yang dilakukan di tanah suci ini.
  • Tempat Makam Nabi Ibrahim as
  • Tempat yang aman dan terpelihara daripada kekacauan dan serangan luar.
  • memiliki banyak nama seperti Mekah, Bakkah, Ummul Qura, Al Balad, Al Baladul Amin, Haramain Amina dan AL Qaryah.
  • Dajjal tidak boleh memasuki Makkah
  • Diberikan pahala yang besar kepada sesiapa yang bertawaf atau sekadar memandang dan merenungi Kaabah.
Maqam Nabi Ibrahim as, di antara tempat yang m ustajab untuk berdoa
  • Diberikan 100,000 kali ganda pahala kepada sesiapa yang mendirika solat di Masjidil Haram.
  • Tiada waktu larangan solat di Masjidil Haram.
  • Banyak tempat yang mustajab doa untuk dipohon di sini seperti di belakang Maqam Ibrahim as, di antara Rukun HajarulAswad dan Rukun Yamani, dalam Hijir Ismail, Arafah, Mina serta Mudzalifah.
  • Memiliki air zamzam yang tidak pernah kering dan mempunyai pelbagai kelebihan dan keistimewaan.
* disusun dari- Travelog Misteri Israel Kuasai dunia- Mohd nadzri Kamsin 

Get the lowest PRICE booking by ONLINE

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...